Pages

Temen Curhat

Jumat, 14 Mei 2010

Saussure dan Teori Struktural

Ferdinand de Saussure (bapak linguistik modern), adalah pelopor teori struktural klasik, kajian struktural adalah meneliti dan mendeskripsikan bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Saussure adalah pelopor kajian “sinkronik” (mempelajari bahasa pada suatu kurun waktu tertentu saja), menurutnya kajian ini mengandung kesistematisan tinggi. “etat de langue”, suatu keadaan bahasa yang terbebas dari dimensi waktu. Setiap unit bahasa mempunyai tempat dan fungsi sendiri-sendiri.

BAHASA MERUPAKAN FAKTA SOSIAL

Mengacu pada fenomena gagasan-gagasan dalam minda kolektif dalam suatu masyarakat, yaitu yang di luar fenomena fenomena psikologis dan maupun fisikal. Fakta sosial bisa berupa konvensi dan aturan-aturan. Datanya berupa parole, dan sistem umumnya adalah langue. Karena penguasaan bahasa tiap orang berbeda, suatu bahasa tidak pernah lengkap pada diri seseorang; keberadaan lengkapnya secara sempurna hanya di dalam kolektifitas. Jadi, fakta sosial menurut Saussure bukan merupakan minda kolektif maupun gagasan kolektif seperti yang diterangkan oleh Durkheim. Akibat perbedaan tersebut, muncul 2 pendekatan, yaitu pendekatan “individualism metodologis” yang berseberangan dengan pendekatan Durkheim “kolektivitas metodologis”.

PAROLE & LANGUE

-Parole : pemakaian atau realisasi dari langue oleh masing-masing anggota masyarakat bahasa, sifatnya konkret karena parole itu tidak lain daripada realitas fisis yang berbeda dari orang yang satu dengan yang lain. individual fact, merupakan representative dari Langue.
-Langue : keseluruhan sistem tanda yang berfungsi sebagai alat komunikasi verbal antara para anggota masyarakat bahasa, sifatnya abstrak. social fact, merupakan system yang dapat diambil kesimpulan, merupakan kumpulan dari parole parole. Kelengkapan bahasa merupakan collective mind.

SIGNIFIANT & SIGNIFIE

Bahasa merupakan sistem tanda: Signifiant dan Signifie.
-Signifiant (penanda) : citra bunyi atau kesan psikologis bunyi yang timbul dalam pikiran kita.
-Signifie (petanda) : pengertian atau kesan makna yang ada dalam pikiran kita.
Setiap tanda tidak dapat dipisahkan dari tanda yang lain karena baik lafal maupun maknanya dipahami atas perbedaanya dari yang lain.

PARADIGMATIK DAN SINTAKMATIK

-Hubungan sintakmatik : hubungan antara unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan,yang tersusun secara berurutan, bersifat linear.
-Hubungan paradigmatik : hubungan unsur-unsur yang terdapat dalam suatu tuturan dengan unsur-unsur sejenis yang tidak terdapat dalam tuturan yang bersangkutan.
Beliau lebih meneliti “paradigmatik” daripada “sintakmatik”, karena paradigmatik merupakan association fact, sedangkan kajian sintakmatik lebih meneliti struktur bahasanya.
Pengikut Saussure kebanyakan adalah linguis Eropa, karena bahasa eropa cenderung paradigmatik. Hubungan paradigmatik (i.e hubungan antar elemen yang dapat saling menggantikan dalam slot yang sama dalam struktur kebahasaan), sementara itu linguis Amerika cenderung ke kajian sintakmatik (i.e unit- unit kebahasaan dapat digabungkan menjadi bangun yang lebih panjang).

POKOK-POKOK PIKIRAN SAUSSURE:

1. Bahasa lisan lebih utama daripada bahasa tulis
karena tulisan hanya merupakan sarana yang mewakili ujaran.
2. Linguistik bersifat deskriptif bukan prescriptive seperti pada tata bahasa tradisional.
Para ahli linguistik bertugas mendeskripsikan bagaimana orang berbicara dan menulis dalam bahasanya, bukan memberi keputusan bagaimana seseorang seharusnya berbicara.
3. Penelitian bersifat sinkronis bukan diakronis seperti pada abad 19.
Walaupun bahasa berkembang dan berubah, penelitian dilakukan pada kurun waktu tertentu.
4. Bahasa merupakan sistem tanda, yang berisi dua yaitu: signifie (petanda) dan signifiant (penanda)
5. Bahasa formal maupun nonformal menjadi objek penelitian.
6. Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur.
7. Dibedakan antara langue (bahasa sebagai sistem yang terdapat dalam akal pemakai bahsa dari suatu kelompok sosial) dan parole (bahasa seperti manifestasi setiap penuturnya)
8. Dibedakan antara hubungan asosiatif/paradigmatik dan sintagmatik dalam bahasa.
- hub asosiatif/paradigmatik: hubungan antarsatuan bahasa dengan satuan lain karena ada kesempatan bentuk atau makna.
- hub sitagmatik: hubungan antarsatuan pembentuk sintagma dengan mempertentangkan suatu satuan dengan satuan yang lain yang mengikuti atau mendahului)

0 komentar:

 
 

Dise√ɱado por: Compartid√É­simo
Scrapping elementos: Deliciouscraps©